Perkembangan Motorik Halus

Advertisement
Jejak Pendidikan- Perkembangan adalah proses perubahan kapasitas fungsional atau kemampuan kerja organ-organ tubuh ke arah keadaan yang makin terorganisasi dan terspesialisasi (Sumantri, 2005: 46). Hurlock (1978: 23) mendefinisikan perkembangan sebagai deretan progresif dari perubahan yang koheren.Sedangkan Poerwanti & Widodo (2002: 27) mendefinisikan perkembangan sebagai perubahan kualitatif yang mengacu pada kualitas fungsi organ-organ jasmani.

Menurut Corbin (dalam Sumantri, 2005: 48) perkembangan motorik adalah perubahan kemampuan gerak dari bayi sampai dewasa yang melibatkan berbagai aspek perilaku dan kemampuan gerak. Menurut Sumantri (2005: 47) perkembangan motorik adalah proses sejalan dengan bertambahnya usia secara bertahap dan berkesinambungan gerakan individu meningkat dari keadaan tidak terorganisasi dan tidak terampil ke arah penampilan keterampilan motorik yang kompleksdan terorganisasi dengan baik, yang pada akhirnya ke arah penyesuaian keterampilan menyertai terjadinya proses menua (menjadi tua).

Menurut Hurlock (1978: 150) mendefinisikan perkembangan motorik sebagai perkembangan pengendalian gerakan jasmaniah melalui kegiatan pusat syaraf, urat syaraf, dan otot yang terkoordinasi. Menurut Balitbang Depdiknas (dalam Sumantri, 2005: 146) tujuan pengembangan motorik halus untuk anak usia TK (4- 6 tahun) adalah anak dapat menunjukkan kemampuan menggerakkan anggota tubuhnya dan terutama terjadinya koordinasi mata dan tangan sebagai persiapan untuk pengenalan menulis. Masa kanak-kanak merupakan masa yang paling baik untuk mempelajari keterampilan motorik halus. Menurut Hurlock (1978: 156) hal ini dikarenakan sejumlah alasan yaitu ;

  1. Karena tubuh anak lebih lentur dari orang dewasa sehingga anak lebih mudah menerima stimulasi atau pelajaran
  2. Anak belum dapat memiliki ketrampilan yang akan berbenturan denganketerampilan yang baru dipelajarinya sehingga anak dapat mempelajariketerampilan baru dengan lebih mudah.
  3. Anak lebih berani untuk mencoba sesuatu yang baru daripada orang dewasa
  4. Anak tidak mudah bosan untuk mengulangi hingga pola otot terlatih 
  5. Anak memiliki waktu yang lebih banyak untuk belajar daripada orang dewasa

Berdasarkan pendapat para ahli di atas dapat disimpulkan bahwa perkembangan keterampilan motorik halus anak adalah proses perubahan kemampuan pengendalian gerak anak menggunakan otot-otot kecil seperti jari jemari dan tangan ke arah yang lebih terorganisasi untuk menyelesaikan tugas tertentu. Untuk mendapatkan perkembangan keterampilan yang optimal diperlukan stimulasi yang secara intensif diberikan terhadap anak.Stimulasi ini dapat berupa kegiatan seperti seperti menulis, meremas, menempel, dan menggenggam.

Subscribe to receive free email updates: