Karakteristik Anak Usia 5-6 tahun

Advertisement
Jejak Pendidikan- Anak usia dini memiliki karakteristik yang khas, baik secara fisik, sosial, dan moral serta tidak sama dengan karakteristik orang dewasa. Anak merupakan makhluk unik yang kaya akan fantasi dan imajinasi. Katini Kartono menjelaskan (1990:109) menjelaskan bahwa anak usia dini memiliki karakteristik antara lain:

  1. bersifat egosentris naif,
  2. mempunyai relasi sosial dengan benda- benda dan manusia yang sifatnya sederhana dan primitive,
  3. ada kesatuan jasmani dan rohani yang hampir-hampir tidak terpisahkan sebagai satu totalitas,
  4. sikap hidup yang fisiogamis, yaitu anak secara langsung memberikan atribut/ sifat lahiriah dan materiel terhadap setiap penghayatannya. 

Pendapat lain tentang karakteristik anak usia dini dikemukakan oleh Hartani (2005: 8-9) sebagai berikut: 
  1. memiliki rasa ingin tahu yang besar,
  2. merupakan pribadi yang unik,
  3. suka berfantasi dan berimajinasi,
  4. masa paling potensial untuk belajar,
  5. menunjukkan sikap egosentris,
  6. memiliki rentang daya konsentrasi yang pendek. 

Sementara itu Rusdinal (2005:16)  menambahkan bahwa karakteristik anak usia 5-7 tahun adalah sebagai berikut:
  1. Anak pada masa praoperasional, belajar melalui pengalaman konkret dan dengan orientasi dan tujuan sesaat,
  2. Anak suka menyebut nama-nama benda yang ada di sekitarnya dan mendefinisikan kata,
  3. Anak belajar melalui bahasa lisan dan pada masa ini berkembang pesat,
  4. Anak memerlukan struktur kegiatan yang jelas lebih spesifik


Caughlin, 2001 (Sumantri, 2005:105-106) memaparkan tentang pengembangan kegiatan motorik halus anak berdasarkan kronologis usia. yaitu:

  1. Memegang pensil dengan benar antara ibu jari dan dua jari
  2. Menjiplak persegi panjang, wajik dan segitiga
  3. Memotong bentuk-bentuk sederhana
  4. Menggambar orang termasuk: leher, tangan, mulut, rambut dan hidung. 

Noorlaila (2010: 58-59) menyatakan bahwa tahap perkembangan kemampuan motorik halus anak usia 5 tahun adalah:

  1. Mewarnai dengan garis-garis
  2. Menulis nama depan
  3. Membangun menara setinggi 12 kotak
  4. Memegang pensil dengan benar antara ibu jari dan 2 jari
  5. Menggambar orang beserta rambut dan hidung.


Perkembangan motorik halus anak usia 6 tahun berdasarkan pendapat Caplan dan Caplan, 1983 (Ramli, 2005:195) adalah:

  1. Ketangkasan terbentuk dengan baik
  2. Mampu membedakan tangan kanan dari tangan kirinya sendiri tetapi tidak dapat membedakan tangan kanan dan kiri orang lain
  3. Memegang pensil, sikat, atau krayon seperti pegangan orang dewasa antara ibu jari dan telunjuk
  4. Menggambar manusia yang dapat dikenali terdiri dari kepala, lengan, kaki dan batang tubuh
  5. Menggambar rumah yang memiliki pintu, jendela, dan atap
  6. Dapat menyalin lingkaran, silang dan persegi empat
  7. Dapat menyalin huruf-huruf besar seperti V, T, H, O, X. 

Pengembangan motorik halus anak kelompok B (usia 5-6 tahun) berdasarkan pendapat Sujiono (2008: 12.9) adalah sebagai berikut:

  1. Mengurus diri sendiri tanpa bantuan
  2. Membuat berbagai bentuk menggunakan play dough dan tanah liat
  3. Meniru membuat garis tegak, miring, datar, lengkung dan lingkaran
  4. Menggunting menggunakan berbagai media berdasarkan bentuk atau pola
  5. Memegang pensil dengan benar (yaitu antara ibu jari tangan dan 2 jari tangan).

Sesuai dengan perkembangan motorik halus anak usia 5-6 tahun yang telah dikemukakan oleh beberapa ahli di atas dapat disimpulkan bahwa pengembangkan kemampuan motorik halus anak usia 5-6 tahun yaitu:

  1. Dapat memegang pensil atau krayon menggunakan ibu jari dan dua jari telunjuk. Ketika anak dapat memegang crayon dengan benar maka saat mewarnai sebuah gambar ataupun kertas hasil yang diperoleh juga akan semakin bagus dan rapi
  2. Membuat obyek gambar dengan lebih detail dan bisa dikenali. Obyek yang dimaksud disini dapat berupa orang, hewan atau benda misalnya rumah yang digambar oleh anak sudah ditambahkan dengan hal-hal kecil yang ada pada obyek yang digambar. 
Berdasarkan beberapa pendapat dapat disimpulkan anak berusia 5-6 tahun memiliki sifat egosentris dan naïf, anak juga memiliki relasi sosial dengan benda- benda dan manusia yang sifatnya sederhana dan primitive, ada kesatuan jasmani dan rohani yang hampir-hampir tidak terpisahkan sebagai satu totalitas, sikap hidup yang fisiogamis, yaitu anak secara langsung memberikan atribut/ sifat lahiriah dan materiel terhadap setiap penghayatannya.

Subscribe to receive free email updates: